Monday, 16 January 2017

PENGHIBURAN - KELUARGA YANG DITINGGALKAN

Kejadian 25: 7- 11
BERKAT ALLAH DALAM DUKA CITA
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus …
Kematian bukanlah peristiwa yang baru dan asing bagi kita. Bagi banyak orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan dan karena itu, segala usaha dan upaya manusia berusaha menghindari apa yang disebut kematian. Tetapi kita mengetahui, kematian tidaklah memandang umur dan keadaan manusia.
Kematian bisa saja datang kapan saja dan dalam situasi hidup yang bagaimanapun dan sangat luarbiasa rancangan Allah terhadap manusia karena manusia tidak dapat dengan persis mengetahui kapan kematian terjadi artinya hanya Tuhanlah yang mengetahui kapan ajal seseorang tiba.
Oleh itu, sewajarnyalah manusia mengucap syukur atas umur panjang yang Tuhan berikan, akan tetapi walau demikian maka setua apapun seseorang, apabila ia meninggal, keluarga yang ditinggalkan pastilah akan berduka, akan ada ratap tangis dan rasa sedih karena ditinggalkan untuk selamanya.
Kenapakah perasaan kehilangan itu mendatangkan duka ?
Karena memori kita mengundang untuk mengingat seluruh kehidupan orang yang meningglkan kita, memori kita mengenang segala perbuatan – perbuatannya semasa hidupnya, pada saat itulah kesedihan itu datang, terlebih – lebih jika yang meninggal tersebut adalah orang yang sangat dekat dengan kita, dimana kita terikat akan hubungan emotional yang sangat dekat.
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus …
Dalam bacaan kita Kej 25 : 7 – 11 dikisahkan tentang kematian Abraham, sedikit yang saya ingin sampaikan tentang Abraham :
  • Ia dikenal sebagai bapa dari segala orang percaya, bahkan disebut dengan bapak segala orang beriman.
  • Meninggal ketika rambutnya telah memutih dan pada umur yang sangat tua yaitu pada umur 175 thn, yang didahului oleh istrinya Sara pada umur 127 Thn.
  • Namun Kendatipun peristiwa kematian Abraham dalam usia yang sangat tua, peristiwa kematiannya tetap membuat anaknya, sanak saudaranya dan para sahabatnya merasa kehilangan, karena Abraham memiliki sosok atau pribadi dan jati diri yang teguh dalam iman, baik dan setia kepada Allah.
  • Mengingat dan mengenang perbuatan Abraham yang demikian, anaknya, sanak saudaranya dan para sahabatnya pastilah berduka dan kendatipun kisah ini tidak tertulis dalam Alkitab, tapi kita tau, bahwa mereka sama seperti kita yang adalah manusia biasa, mereka juga pasti berdukacita.
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus …
Jika saat ini, di tengah ibadah penghiburan ini, kita teringat akan sosok almarhum dan membuat kita bersedih hal itu sangat wajar namun demikian kita juga harus mengingat khabar suka cita yang menyapa kita bahwa orang yang telah mati akan berada di sisi Tuhan kita, terlebih jika kematian itu adalah kematian orang yang percaya kepada Kristus dan kabar suka cita yang dikatakan bacaan kita dalam Kej 25 : 7 – 11 bahwa Allah memberkati seluruh keturunan Abraham.
Alkitab berkata, bahwa setelah Abraham meninggal, Tuhan Allah tetap memberkati Ishak. Seorang anak yang taat kepada ayahnya dan sangat mengashi ayahnya dan ternyata Ishak tidak sangat terlarut dalam duka yang berkepanjangan, oleh karena ia tau Allah mengasihi ayahnya Abraham.
Tuhan Allah, memberkati Ishak sepeninggal Abraham. Oleh itu dalam dukacita saat inipun, Firman Tuhan ini yang kita telah baca kita aminkan karena firman ini juga berlaku dalam hidup kita dan juga didalam kehidupan keluarga Bp. Yolandita.
Amin … ?
Saudara ang dikasihi Tuhan Yesus Kristus …
Sebagai penutup dalam renungan ini saya ingin menyampaikan kepada kita sekalian, Sekalipun kita harus merasa sangat kehilangan atas meninggalnya orang tua atau siapa saja dari keluarga yang sangat kita sayangi. Ada satu hal yang harus kita ingat bahwa kematian bukanlah akhir dari kasih karunia Tuhan.
Jika orang tua yang kita kasihi telah meninggal dalam usia yang sudah lanjut maka hal itu adalah juga kasih karunia Tuhan, dan jikalaupun dia telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita, maka itu bukanlah akhir dari berkat Tuhan.
Tuhan yang maha baik, adalah Tuhan yang penuh dengan kasih setia dan kasihNya tidak pernah berobah, dahulu, kini dan untuk selamanya, kasih itulah pula yang akan menjadi kekuatan dan pengharapan bagi keluarga untuk meneruskan perjalan hidup ini ke depan. Diberkatilah keluarga yang berduka oleh Tuhan kita.

Oleh: Pdt. Israel.HS.Milala

HIDUP DALAM TERANG YESUS KRISTUS

MEMELIHARA IMAN PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur…… Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:6, 8b

Allah ingin agar Anda dan saya percaya kepadaNya hari demi hari – setiap hari. 
Perhatikan salah satu petikan dari Doa Bapa Kami berikut

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Matius 6:11
Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan Doa Bapa Kami tersebut dan Ia tidak mengajar kita untuk berdoa agar kita diberikan makanan selama satu minggu ke depan atau satu bulan ke depan. tetapi Ia mengajar kita agar Allah memberi kita makanan untuk hari ini dengan tujuan agar kita berdoa setiap hari – hari demi hari –

Ayat bacaan dari Filipi 4:6&8 di atas mengajar kepada kita tentang 4 Hal Yang Harus Kita Lakukan Agar Kita Dapat Senantiasa Percayaa Kepada-Nya Hari Demi Hari, yaitu:

·         Jangan Kuatir Tentang Apapun Juga
Mengapa kekuatiran merupakan hal yang sangat penting untuk kita waspadai? Karena kekuatiran bukan hanya merupakan sebuah kebiasaan buruk tetapi juga merupakan sebuah dosa. Allah selalu menepati setiap janjiNya. Anda dan saya harus percaya bahwa Ia sendiri yang akan memelihara kita.
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:3

·         Nyatakan Segala Sesuatu Dalam Doa
Doa dapat mengubah segala sesuatu. Allah telah membereskan masalah terbesar dalam hidup kita yaitu membawa kita masuk Surga dengan mengutus Putra Tunggal-Nya Yesus Kristus untuk mati di kayu salib bagi kita. Jika Ia rela mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi kita karena kasihNya yang besar kepada kita, bagaimana mungkin masalah-masalah kita yang lain tidak akan Ia tangani?
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? “ Roma 8:32

·         Mengucap Syukur dalam Segala Hal 
Apapun yang terjadi, belajar untuk mengucap syukur. Alkitab tidak mengajar kita untuk “Mengucap Syukurlah atas segala hal.” Tetapi Alkitab mengajar kita untuk “Mengucap Syukurlah dalam segala hal.

Anda dan saya tidak harus berterima kasih untuk hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak berterima kasih untuk kejahatan. Kita tidak berterima kasih untuk penyakit kanker, kecelakaan lalulintas, perang atau kekerasan yang terjadi. Tetapi Allah mengajar kita untuk mengucap syukur dalam segala hal, mengapa?  Karena Allah sendiri yang akan memelihara Anda dan saya. Ia akan memenuhi setiap kebutuhan dan keperluan kita, dan kita tahu pasti bahwa Ia akan senantiasa menolong kita dalam apapun yang kita hadapi dan alami.

·         Pikirkanlah Perkara Yang Benar
Allah memberi daftar hal-hal yang harus selalu kita pikirkan, yaitu:
1.    Semua yang benar
2.    Semua yang mulia
3.    Semua yang adil
4.    Semua yang suci
5.    Semua yang manis
6.    Semua yang sedap didengar
7.    Semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji

Kita tidak perlu kuatir akan apapun juga karena kita tahu bahwa Allah senantiasa memelihara dan menolong kita. Yang harus kita lakukan hanyalah percaya kepadaNya hari demi hari dan damai sejahtera-Nya akan memelihara hidup kita sepanjang tahun yang baru ini.

“TUHAN, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu.” Yesaya 26:3 

Tuhan Yesus memberkati.

SUMBER: http://www.pelitahidup.com/

Sunday, 15 January 2017

SETIAP ORANG KRISTEN MEMPUNYAI KARUNIA UNTUK MELAYANI

Karunia-karunia Roh menunjukkan peran-peran kita dalam pelayanan. Semua manusia dilahirkan dengan bakat dan talenta tertentu, namun hanya orang percaya yang diberikan karunia-karunia Roh. Karunia-karunia Roh dianugerahkan kepada kita ketika kita dilahirkan kembali dan menjadi bagian dari tubuh Kristus (gereja lokal).
Gereja Lokal adalah pusat dari pelayanan. Anggota-anggota tubuh Kristus, yaitu jemaat diperlengkap dalam tubuh Kristus untuk keluar melayani semua orang dengan bakat, talenta, dan karunia-karunia yang mereka miliki.
KARUNIA-KARUNIA ROH
Pada saat Anda diselamatkan, Roh kudus masuk untuk tinggal di dalam diri Anda, Ia membawa serta karunia Roh untuk Anda. Dalam 1 korintus 12:4, 11, disebutkan bahwa ada bermacam-macam karunia, dan bahwa Roh Kuduslah yang akan menentukan karunia mana yang akan diberikanNya kepada kita. Dan tujuan diberikannya karunia itu adalah untuk melayani: “layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Apa pun pandangan teologi Anda tentang karunia Roh, dua hal penting ini yang terungkap dalam 1 Petrus  4:10 tetap berlaku: (1) Kalau Anda adalah orang Kristen, maka  Anda mempunyai karunia Roh; (2) Tujuan Allah memberi Anda karunia itu ialah supaya Anda memakainya dalam pelayanan.
Banyak orang Kristen yang sudah lama melayani Allah dengan setia, tidak mengetahui dengan pasti karunia apa yang sudah Tuhan berikan kepada mereka. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda tidak perlu mencoba mencaritahu karunia apa yang Anda peroleh, tetapi saya hendak mengatakan bahwa sekalipun Anda tidak dapat mengatakan dengan pasti karunia apa yang ada pada Anda, keselamatan yang sudah Anda peroleh tidak dibatalkan.
Cara untuk mencaritahu karunia apa yang ada pada Anda adalah melayani Tuhan, dan temukan dibidang mana Anda begitu sangat menikmati melakukannya. Seandainya Anda mempunyai karunia untuk mengajar, Anda tidak akan betul-betul mengetahui bahwa Anda memiliki karunia mengajar kalau Anda tidak mau mulai mencoba mengajar. Melalui pelayanan kepada orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan dan yang sedang terluka hatinya, Anda mungkin saja mendapati bahwa Anda mempunyai karunia belas kasihan.
Saya mendorong agar Anda mendisiplin diri untuk melayani di dalam gereja Anda. Anda tidak harus melayani dalam bidang yang menonjol. Anda tidak harus mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka yang mempunyai  hati seorang hamba akan mendapati dirinya digerakkan oleh kasih Yesus sehingga mereka rela melayani sekalipun di luar jam kerja/jam pelayanan yang sudah di tentukan. Orang-orang yang tidak dapat melayani sebagaimana yang mereka kehendaki, yang terhalang oleh keadaan fisiknya, biasanya dapat menjadi pendoa syafaat yang kuat.  Tuhan memberi kita karunia Roh supaya kita memakainya untuk melayani. Kalau tidak demikian, hidup kita tidak ada tujuannya. Bukankah Tuhan tidak mau kehidupan kita di dunia ini menjadi sia-sia?
UNTUK DIRENUNGKAN DAN DITERAPKAN
Ibadah kita kepada Tuhan menggerakkan kita untuk melayani Dia, sedangkan tindakan melayani Tuhan mengekspresikan ibadah kita. Bila kita mau hidup menurut kehendak Allah, kita harus mempunyai keseimbangan dalam kedua hal tersebut. Mereka yang melakukan pelayanan tanpa secara teratur beribadah (baik dalam saat teduh pribadi maupun dalam kebaktian bersama) pasti melakukan pelayanannya di dalam kedagingannya.
Diadaptasi oleh Eva Susanty dari buku Spritual Discipline for The Christian Life oleh Dr. Donald S. Whitney.
By Dr. Donald S. Whitney adalah Gembala Sidang di Glenfield Baptist Church, Illinoiis, Amerika Serikat. 

TUHAN MENGHENDAKI SETIAP ORANG PERCAYA MELAYANI

Ketika Tuhan memanggil orang-orang pilihanNya, Ia tidak memanggil mereka untuk menganggur saja. Sewaktu kita dilahirkan kembali dan dosa-dosa kita diampuni, darah Tuhan Yesus Kristus menyucikan hati nurani kita (ibrani 9:14), supaya kita dapat “melayani Allah yang hidup”. “Layanilah seorang akan yang lain” (1 Petrus 4:10 ). Itu adalah amanat bagi setiap orang Kristen lahir baru. Tentu saja, adanya motif yang benar-benar sangatlah penting dalam melaksanakan pelayanan bagi Tuhan.
Yang sangat mengagumkan adalah kehadiran Tuhan kita di dunia semata-mata untuk melayani dan menjadi pelayan bagi manusia (Mat. 20:28; Luk. 22:27). Pelayanan terbesar yang Yesus lakukan bagi kita adalah mengorbankan nyawa-Nya agar kita diselamatkan. Ada pun bentuk pelayanan kita di dunia ini adalah melakukan tugas yang telah Tuhan berikan kepada kita dan meneladani kehidupan Kristus selama hidup-Nya di dunia (1 Yoh.2:6).
Apakah melayani Tuhan merupakan pilihan atau tujuan hidup kita?
1. Kita diciptakan untuk melayani Allah.
Alkitab berkata: Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkannya untuk kita (Ef.2:10). Hal-hal yang baik inilah pelayanan kita. Kapanpun kita melakukan hal yang baik terhadap orang lain, asalkan kita melakukannya untuk Tuhan, kita sebenarnya sedang melayani Allah (Kol. 3:23; Mat. 25:40; 45).
2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah.
Allah menebus kita supaya kita bisa melakukan pekerjaan kudusnya. Kita tidak diselamatkan oleh pelayanan, tetapi kita diselamatkan untuk pelayanan. Dalam  kerajaan Allah, kita memiliki sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan. Ini memberi arti dan nilai yang luar biasa kepada kehidupan kita. Yesus harus mengorbankan nyawaNya sendiri untuk membeli keselamatan kita. Kita tidak melayani Allah karena rasa bersalah atau ketakutan atau bahkan kewajiban, tetapi karena sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Dia kerjakan bagi kita. Kita berhutang nyawa kepadaNya (1Kor. 6:20). Melalui keselamatan, masa lalu kita telah diampuni, masa kini kita diberi makna, dan masa depan kita dijamin.
Istilah lain dalam bahasa inggris untuk melayani Allah yang salah dimengerti oleh banyak orang adalah ministry (pelayanan sebagai gembala/pendeta). Ketika sebagian orang mendengar kata “pelayanan” mereka berpikir tentang gembala, pendeta, dan rohaniwan profesional, tetapi Allah berkata setiap anggota keluargaNya merupakan seorang pelayan (minister).
Di dalam Alkitab, kata hamba (servant) dan pelayanan (minister) adalah sinonim, seperti halnya service dan ministry. Jika Anda seorang Kristen, Anda merupakan seorang pelayan (minister) dan Anda melayani (serving atau pun ministering).
3. Kita dipanggil untuk melayani Allah.
Ketika bertumbuh, kita mungkin mengira bahwa “dipanggil” oleh Allah merupakan sesuatu yang hanya dialami oleh para misionaris, gembala, dan pekerja gereja purna waktu lainnya, tetapi Alkitab berkata bahwa semua orang kristen dipanggil untuk melayani. Panggilan kita untuk keselamatan meliputi panggilan Anda untuk melayani. Keduanya sama. Tidak peduli apa pekerjaan atau karier kita, kita dipanggil untuk pelayanan kristiani purna waktu.
Seorang kristen yang tidak melayani merupakan sebuah pernyataan yang bertentangan. Setiap kali kita memakai kemampuan-kemampuan yang diberikan Allah untuk menolong orang lain, kita sedang memenuhi panggilan kita.
4. Kita diperintahkan untuk melayani Allah.
Bagi orang-orang Kristen, pelayanan bukanlah pilihan, sesuatu untuk dimasukkan ke dalam jadwal kita jika kita bisa menyediakan waktu. Pelayanan adalah inti kehidupan Kristen. Yesus datang untuk melayani dan untuk memberi. Dan kedua kata kerja tersebut seharusnya juga menjadi ciri kehidupan kita di dunia. Kita seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
Enam Hal yang Harus Menggerakkan Orang Percaya Dalam Melayani Tuhan:
1. Tergerak Oleh Kepatuhan / Ketaatan
Di dalam kitab Ulangan 13:4, nabi Musa menulis, “Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya kamu harus berbakti dan berpaut.” Ayat tersebut berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah. Di tengah rangkaian kata-kata yang memerintahkan agar kita patuh kepadaNya, terdapat perintah “kepadaNya harus kamu berbakti”. Berbakti kepadaNya berarti mengabdi kepadaNya dan melayani Dia. Ya, kita harus melayani Dia karena kita mau mematuhi Dia.  Jika kita tidak melayani Tuhan, itu berarti tidak mematuhi Dia. Jadi, tidak melayani Tuhan adalah suatu dosa.
2. Tergerak Oleh Rasa Syukur / Terima kasih
Tidakkah Anda ingat, bagaimana malangnya hidup Anda sebelum mengenal Yesus Kristus, tanpa tujuan dan tanpa harapan? Tidakkah Anda ingat, bagaimana berdosanya Anda kepada Tuhan? Tidakkah Anda ingat, bagaimana rasanya ketika Anda tahu bahwa Tuhan Yesus bersedia mati bagi Anda, mengampuni dosa-dosa Anda yang sangat banyak agar Anda selamat dan memberi Anda jaminan hidup kekal di sorga?
Seorang yang sungguh sadar bahwa hidupnya saat ini adalah anugerah Tuhan akan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia akan melayani Tuhan seumur hidupnya meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa membalas anugerah Tuhan yang besar itu.
Dengan memberikan diriNya sendiri sebagai korban penebusan dosa Anda, Tuhan Yesus sudah melakukan sesuatu yang terbesar bagi Anda. Tidak ada pemberian yang lebih besar daripada itu. Tidakkah Anda menyadari bahwa tidak ada yang lebih besar yang dapat ia perbuat bagi Anda daripada memberikan dirinya bagi keselamatan Anda? Dia adalah segalanya bagi kita. Kalau kita sebagai hambanya tidak dapat melayani Dia dengan penuh rasa terima kasih, apa yang dapat membuat kita berterima kasih kepadaNya?
3. Tergerak Oleh Sukacita
Berikut ini isi pesan Mazmur 100:2: “Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita.” Melayani Tuhan tidak pantas dilakukan dengan hati yang mengomel atau kecut. Kita harus melakukannya dengan sukacita. Pada zaman  dahulu kala, hamba-hamba raja sering dijatuhi hukuman mati hanya karena bermuka muram sewaktu melayani sang raja. Ada sesuatu yang tidak beres pada diri Anda kalau Anda tidak dapat melayani Tuhan dengan sukacita. Kalau anda melayani Tuhan hanya karena Anda merasa itu sudah kewajiban Anda, tidaklah aneh kalau Anda tidak dapat melayani Dia dengan sukacita. Kalau Anda melayani Tuhan hanya karena Anda mau masuk surga, tidaklah aneh kalau Anda tidak dapat melayani Dia dengan sukacita. Sebaliknya orang Kristen yang berterima kasih atas apa yang telah Tuhan lakukan baginya akan dapat melayani Tuhan dengan sukacita dan sukarela.
4. Digerakkan Oleh Fakta Sudah Diampuni
Jika Anda membaca Yesaya 6:6-8 di situ Anda mendapati apakah nabi Yesaya menanggapi panggilan Allah dan siap melayani Allah karena ia merasa bersalah? Bukan! Karena Allah sudah menghapus kesalahannya. Anak-anak Allah melayani Tuhan bukan supaya mereka diampuni, tetapi karena mereka sudah diampuni. Jika kita melayani Tuhan hanya karena kita merasa bersalah kalau kita tidak melayani Dia, gambarannya kita ini seperti orang yang melayani dengan kaki yang dirantai pada pergelangannya. Tidak ada kasih dalam pelayanan itu. Yang ada hanyalah upaya dan upaya.  Tidak ada sukacita dalam pelayanan itu, yang ada ialah kewajiban dan kejemuan. Kita seharusnya melayani dengan sukcita karena kematian Kristus sudah membebaskan kita dari cengkeraman kuasa dosa.
5. Digerakkan Oleh Kerendahan Hati
Yesus adalah hamba yang sempurna. KebesaranNya terlihat dari kesediaanNya merendahkan diri, melayani kedua belas murid-muridNya. Sungguh, suatu kerendahan hati yang mencengangkan. Yesus, Tuhan dan Guru murid-murid itu, mencuci kaki mereka untuk memberi  contoh bagaimana murid-muridnya harus melayani dengan kerendahan hati. Dalam kehidupan ini selalu ada kecenderungan dalam diri kita (Alkitab menyebutnya sebagai “kedagingan”) untuk berkata, “kalau saya harus melayani, saya harus mendapatkan sesuatu.
Kalau saya mendapat imbalan, atau mendapat pujian bahwa saya ini rendah hati, atau memperoleh keuntungan bagi diri saya sendiri, saya akan berusaha tampil rendah hati dan mau melayani. Itu namanya bukan melayani seperti Kristus tetapi itu namanya munafik. Dengan kuasa Roh Kudus, kita harus menolak pelayanan yang bermotivasi mementingkan diri sendiri. Itu adalah motivasi yang tidak benar. Kerendahan hati kita dalam melayani harus tulus, “menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri (Filipi 2:3). Orang Kristen seharusnya melayani dengan rendah hati karena hal itu membuat dirnya menjadi semakin seperti Yesus.
6. Digerakkan Oleh Kasih
Menurut Galatia 5:13, pelayanan harus dilakukan atas dasar kasih. Tidak ada “bensin” yang lebih baik untuk menggerakkan kita melayani dan memberi semangat selain kasih. Dalam pelayanan kita kepada Tuhan, kita melayaniNya bukan demi memperoleh uang, tetapi kita melakukannya atas dasar kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Melayani Tuhan bukanlah persoalan suka atau tidak suka. Kita diberi amanat, “pergilah!” maka kita pergi. Kasih Yesuslah yang mendesak kita pergi melayani. Kalau orang-orang Kristen dipenuhi dengan kasih Yesus, mereka akan digerakkan pula oleh kasih Yesus. Hasilnya mereka “tidak lagi hidup untuk  dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” (2 korintus 5:14-15). Mereka melayani Allah dan sesamanya atas dasar kasih Yesus.

Sumber: http://www.kristenalkitabiah.com/

MELAYANI TUHAN

Bacaan Firman Tuhan:
  • 1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."
  • Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani  dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang .”


Melayani Tuhan bukanlah sesuatu yang main-main. Betapa tidak! Taruhannya adalah nyawa kita. Tuhan menghendaki agar pelayanan kita kepadaNya itu menduduki prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak dapat memandang kegiatan melayani Tuhan sebagai sesuatu yang hanya kita lakukan untuk mengisi waktu saja. Tuhan tidak mau mempunyai hamba-hamba yang memberi kepada Dia sisa-sisa dari apa yang dimilikinya.
Melayani dapat mencakup pelayanan di hadapan umum seperti berkhotbah dan mengajar, tetapi dapat juga mencakup pelayanan di belakang layar seperti misalnya menjemput mereka yang tidak memiliki kendaraan ke gereja, memimpin kelas balita, mencuci piring-piring kotor selesai acara ramah tamah dan memarkir kendaraan dihalaman gereja. Melayani dapat terlihat nyata di hadapan orang banyak seperti memimpin nyanyi, tetapi dapat pula tidak terlihat oleh orang banyak seperti mengatur kursi gereja.
Sifat “kedagingan” kita tidak menyukai perbuatan-perbuatan baik yang tidak dilihat orang. Sifat kedagingan kita tidak menyukai perbuatan-perbuatan baik yang perlu dilakukaan secara rutin. Dua dari antara dosa-dosa yang mematikan: kemalasan dan kesombongan. Kedua dosa itu memburamkan mata kita dan memborgol tangan dan kaki kita sehingga kita tidak dapat melayani (walau kita tahu bahwa kita seharusnya melayani). Atau kalau kita melayani pun, kita tidak melakukannya sebagaimana yang kita inginkan. Kalau kita tidak mendisiplin diri untuk melayani demi Tuhan Yesus dan KerajaanNya, kita hanya akan melayani sekali-sekali saja, atau kalau kita merasa waktunya tepat saja, atau kita hanya melayani  diri sendiri. Bila demikian, nanti di hadapan tahta pengadilan Allah, kita akan sangat menyesal.

Sumber: http://www.kristenalkitabiah.com/melayani-tuhan/

LAKUKAN TUGAS PELAYANAN MU

Renungan Pagi

Bacaan Firman Tuhan :
1. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Roma 12:11)
2. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Tugas sekarang ini dari setiap anak Allah yang sejati adalah menunggu dengan sabar, menantikan dengan waspada, bekerja dengan setia, sampai kedatangan Tuhan dan terus berdoa, agar kita dapat bersedia untuk peristiwa kudus itu. Perilaku dari pengikut sejati Kristus, orang-orang sempurna di dalam Kristus Yesus, akan kelihatan dalam bekerja, berjaga-jaga, dan menantikan Tuhan.

Mereka tidak akan bersungguh-sungguh merenung dan bermeditasi atau begitu asyik dalam beberapa pekerjaan yang sibuk dengan pekerjaan dunaiwi sehingga mereka akan mengabaikan kesalehan. Namun kepada orang Kristen sejati, pengabdian peribadi akan berpadu dengan usaha yang bersungguh-sungguh. Dan para pengikut Kristus tidak akan “malas dalam bekerja” melainkan “tekun dalam roh [melayani Tuhan].” Pelita harus tetap menyala, agar dapat memancarkan sinar terang ke dalam kegelapan moral dunia ini.

Tuhan akan segera datang, dan untuk alasan inilah kita memerlukan sekolah-sekolah kita, bukan agar kita dapat dididik sesuai dengan aturan dunia, melainkan karena lembaga-lembaga belajar kita akan menjadi seperti sekolah-sekolah para nabi—tempat-tempat di mana kita dapat mempelajari kehendak Allah dan mencapai cabang ilmu pengetahuan tertinggi untuk memahami dengan lebih baik tentang Allah dan perbuatan-Nya serta karakter Yesus Kristus yang diutus-Nya.

Umat Allah harus memperolehi lebih banyak keterampilan dan pengalaman; karena akan ada pekerjaan yang semakin besar bagi semuanya, dan terutama bagi mereka yang ada dalam posisi yang dipercayai. Seiring semakin dekatnya kita pada kesudahan, Setan akan berusaha sebaik mungkin menggulingkan mereka yang membantah pernyataannya, dan umat Allah harus bersedia untuk pergumulan itu.

Allah mengharuskan agar segenap kemampuan yang Ia telah berikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Para pengikut Kristus tidak dapat meninggalkan tugas mereka tanpa mengkhianati kepercayaan suci, tanpa membahayakan keselamatan jiwa mereka sendiri dan jiwa orang lain. Anda harus setia pada pekerjaan yang telah diamanakan dan jangan mencari sesuatu yang baru dan aneh.

Ketika murid-murid Yesus tidak sabar untuk mengetahui bila mereka akan melihat kegenapan harapan yang sudah lama dirindukan itu, mereka bertanya, “Apakah Engkau pada saat ini akan memulihkan kembali kerajaan Israel?” Tuhan menegur rasa ingin tahu mereka dan berkata, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan oleh Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.”

[Rujukan : General Conference Bulletin, triwulan IV 1896, hlm. 764.]

Selamat pagi dan selamat bekerja. Kiranya Tuhan memberkati, Amen!


PEACE ✌

Quote of the day:

🎐❄❄❄💙❄❄❄🎐

PEACE. It does not mean to be in a place where there is no noise, trouble or hard work. It means to be in the midst of those things and still be calm in your heart.

🎐❄❄❄💙❄❄❄🎐

DAMAI. Bukan bermaksud berada di tempat yang tiada kesibukan, masalah atau kerja keras. Ianya bermaksud masih berada dalam semuanya itu namun masih mempunyai ketenangan di hati.

🎐❄❄❄💙❄❄❄🎐

     🤗Peace be with you🤗
Good morning 💙 God bless

POSITIVE SELF IMAGE

Bacaan Firman Tuhan:  Yesaya 43:1-7

"...Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku." Yesaya 43:1

Citra diri  (self-image)  adalah sebuah keadaan dalam pikiran kita, cara kita berpikir dan merasa tentang diri kita.  Ketika seseorang memiliki citra diri positif dampaknya pun akan positif:  rasa percaya diri meningkat, memacu semangat dan memberi energi lebih untuk menjalani hidup sehingga segala potensi yang ada di dalam diri pun dapat di-explore secara maksimal.

Bagaimana supaya kita memiliki citra diri positif?  Belajarlah menerima diri sendiri apa adanya dengan segala kelemahan, kekuatan, kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.  Jika menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan seharusnya semua orang percaya memiliki citra diri positif tentang dirinya.  Mengapa?  "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,"  (Yesaya 43:4).  

Apa buktinya kita berharga di mata Tuhan?
1.  Tuhan rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita.  "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."  (Roma 5:6-8), bahkan "sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."  (Mazmur 103:12).
2.  Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).  Walau Tuhan ada di sorga dan tidak berada di tengah-tengah kita tapi ada Roh Kudus yang diutus untuk menjadi Penolong bagi kita, bahkan Ia akan "...menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."  (Matius 28:20b).
3.  Tuhan tidak pernah menolak kita.  Karena himpitan ekonomi ada orangtua yang rela menjual bayinya, bahkan karena kelahiran si anak tidak dikehendaki ada pula ibu yang tega membuang dan bahkan membunuh bayinya.  Daud berkata,  "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku."  (Mazmur 27:10).  Orangtua di dunia ini bisa saja menolak dan meninggalkan kita, tapi Tuhan tidak pernah menolak kita, Ia menerima kita apa adanya.

Tidak ada kasih di dunia ini seperti kasih Tuhan Yesus kepada kita!

Wednesday, 11 January 2017

JADILAH TELADAN YANG BAIK

Filipi 3: 17 -- Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Salah satu alasan Tuhan memilih Rasul Paulus menuliskan sebagian besar kitab Perjanjian Baru mungkin adalah agar kita mengenalnya lebih dekat. Roh Kudus mungkin ingin agar kita memahami pemikiran, motif, kepribadian, dan pilihan Paulus seperti dalam surat-suratnya disepanjang kitab Kisah Para Rasul. Ambisi hidup Paulus hanyalah tentang penginjilan, fokusnya adalah salib, dan motivasinya hanya Kristus semata. Tak heran bila Roh Allah mengilhamkan Paulus untuk berkata kepada kita, “…ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.”

Saat menjadi tertuduh, Paulus memegang ucapannya dan menunjukkan bukti. Saat diperhadapkan dengan kesulitan, dia mengatakan bahwa kebaikan akan muncul bersama dengan kesulitan-kesulitan. Saat dia diperhadapkan dengan ketidakadilan, dia dengan sabar mengajukan kasusnya dan terus maju. Saat dipenjara, dia terus memuji Tuhan. Saat terancam hukuman mati, dia berkata bahwa hal itu menjadi kesempatan baginya untuk kembali pulang kerumah kekal yang penuh kemuliaan. Saat diserang kesepian, Paulus terus melayangkan pandangannya kepada kemuliaan surgawi.

Bagi Anda, rasul Paulus mungkin bukan orang yang asing dalam Alkitab. Dia ibarat sosok legenda bagi orang percaya karena imannya yang penuh kepada Tuhan. Paulus memberi kita teladan yang baik, bukan hanya sekadar menjalankan ajaran agama yang dia percayai. Mari mulai mengikuti teladannya. Mari jangan hanya sekedar melakukan pelayanan untuk menyenangkan para pemimpin gereja atau jemaat yang kita layani. Mari ambil bagian dalam pelayanan untuk menyenangkan hati Tuhan semata. Jadilah teladan yang baik.

Dunia akan berubah lewat teladan hidupmu, bukan ucapanmu.

Selamat Pagi Tuhan Memberkati!

Sumber: http://www.jawaban.com/

BUKU KEHIDUPAN

Manusia itu seperti Sebuah. "Buku"....

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal, ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca, ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi.

Tapi hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Tuhan menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.

Kita bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita ke depannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Tuhan utk hari yg baru ini..

Syukuri hari ini.... dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

Dan, selalu lah bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Tuhan Memberkati ♥

SETIA PADA JANJI - PERKATAAN

Matius 5: 37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak

Tak lama sebelum kematian menjemputnya, Duke dari Burgundy memimpin Dewan Kabinet Perancis. Pada saat itu, para menteri membuat sebuah proposal yang akan melanggar sebuah perjanjian, namun akan mendatangkan berbagai keuntungan penting bagi negara. Ada banyak alasan yang diberikan untuk membenarkan perbuatan itu. Duke mendengarkan dengan diam, dan ketika semua orang telah menyampaikan pendapatnya, ia kemudian menutup rapat tanpa memberikan persetujuan. Sambil meletakkan tangannya di atas Salinan perjanjian yang asli, ia berkata dengan suara tegas, “Saudara-saudara, kita telah mempunyai sebuah perjanjian!”

Tentunya perbuatan Duke sangat tidak setia atau tidak konsisten karena di satu sisi dia tidak dengan sepenuh hati menyetujui perjanjian itu. Dan di sisi lain, Duke malah mengakui perjanjian itu ada. Firman Tuhan berkata bahwa, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya…” Ayat ini mengingatkan kita untuk bertindak dan berbicara dengan tegas dan konsisten. Bila Anda berjanji, tepatilah janji itu. Bila Anda membuat suatu komitmen, hormatilah itu. Dan bila Anda menerima suatu tanggung jawab, jalankanlah dengan penuh tanggung jawab.

Sebab kejujuran dan kredibilitas kita membuktikan siapa kita dan bagaimana orang lain mempercayai kita dalam sebuah tanggung jawab. Jika orang Kristen sendiri memiliki karakter ini, tentu saja orang lain akan percaya dan berkata, “Ia berjanji; itu sudah cukup bagi saya”. Kesaksian indah itu tidak hanya membuat orang percaya mendapat kesempatan melakukan perkara-perkara sederhana, tetapi juga akan dipercayakan perkara yang lebih besar, termasuk berbicara tentang kasih Tuhan.

Kesetiaan membuktikan siapa kita dimata orang lain.

Tuhan Memberkati♥

PRAYER



When we wonder about prayer.

Simply stated, prayer is our means of communicating with God. As with any personal relationship, interaction with God matures as we spend more time with Him.

The power of prayer does not flow from us; it is not special words we say or the special way we say them or even how often we say them. The power of prayer is not based on a certain direction we face or a certain position of our bodies. The power of prayer does not come from the use of artifacts or icons or candles or beads. The power of prayer comes from the omnipotent One who hears our prayers and answers them. Prayer places us in contact with Almighty God, and we should expect almighty results, whether or not He chooses to grant our petitions or deny our requests. Whatever the answer to our prayers, the God to whom we pray is the source of the power of prayer, and He can and will answer us, according to His perfect will and timing.

GOOD NIGHT AND GOD BLESS YOU ALL ♥

TINGGAL DI DALAM KRISTUS

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 15:1-8


Tinggal bermakna menetap. Pemahaman inilah yang digunakan oleh Yesus untuk menekankan bahawa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus tetap tinggal sepenuhnya di dalam Kristus. Dalam keadaan seperti ini, setiap orang percaya mengalami pekerjaan Kristus dan dipersiapkan untuk berbuah. Tanpa tinggal menetap di dalam Kristus, maka orang percaya tidak akan pernah menghasilkan buah.

Tujuan hidup adalah berbuah. Suatu hal yang mustahil apabila seseorang yang mengaku percaya namun tidak mengetahui tujuan hidup imannya. Yesus Kristus sendiri berkata, "Bapa-Ku dipermuliakan jika kamu berbuah banyak ..." (8). Maksudnya, sesuatu yang mustahil bila seseorang menganggap dirinya hidup memuliakan Allah Bapa tanpa terlebih dahulu mengenali dan tinggal di dalam Kristus. 

Salah satu syair lagu mengatakan demikian: "Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya, belajarlah firman Tuhan taat kepada-Nya; tinggallah dalam Yesus muliakan nama-Nya, hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya".

Renungkan : Kepercayaan kepada Kristus menghasilkan ketaatan pada firman-Nya dan ketaatan kepada firman-Nya menghasilkan buah.

Doa : Ya, Tuhan, jadikanlah aku murid-Mu yang sejati, yang tinggal tetap di dalam Kristus, sehingga buahnya menjadi berkat bagi ramai orang.

Tuhan memberkati!

FIRMAN TUHAN SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN

Renungan Firman Tuhan
Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Bila kita mau memeriksa akan perjalanan hidup kita selama 1 hari atau selama 24 jam waktu hidup kita yang Tuhan berikan didalam sehari, maka barapa banyak waktu yang kita berikan untuk duduk diam dan merenungkan firman Tuhan.
Sebab orang yang mau memberi waktu lebih untuk membaca renungan firman Tuhan setiap hari, akan memiliki cara pandang hidup yang berbeda. Dengan merenungkan firman Tuhan setiap hari maka kita akan semakin mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan yang harus kita lakukan.
Orang percaya yang mau merenungkan firman Tuhan setiap hari maka ia akan tetap melihat penyertaan Tuhan didalam hidupnya, dan ini merupakan kunci sukses sebuah kehidupan bagi orang percaya.
Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan didalam, Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
Jadi bukan saja direnungkan, tetapi firman itu harus diperkatakan setiap hari bahkan firman itu harus direnungkan siang dan malam. Tentu apa yang diperintahkan Tuhan untuk merenungkan Firman-Nya siang dan malam memiliki tujuan, yaitu supaya apa yang kita perbuat, dan seluruh tindakan hidup kita selaras dengan firman Tuhan, itulah yang disebut sebagai hidup menurut perintahNya, dan melakukan kehendakNya.
Orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam, tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan, seperti yang firman Tuhan katakan diatas, bahkan hidupnya akan berhasil dan beruntung, sebab Tuhan akan selalu menyertai langkah hidupnya.
Jadi disini kita mengerti bahwa bila kita mau supaya setiap saat, kita bisa melihat penyertaan Tuhan dalam setiap gerak hidup kita, maka jangan lupa untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.
God bless everyone. Amen!
Sember: http://renunganhariini.com

Tuesday, 10 January 2017

GOD HAS A PLAN

Tuhan Punya Rencana Bagi Setiap Orang



Walau pun kita diberi oleh Tuhan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, namun setiap keputusan itu harus berdasarkan pimpinan Tuhan. Kita memang terbatas dalam banyak perkara. Kita tidak tahu apa yang berlaku selepas kita berjalan dua langkah ke hadapan.

Perhatikan kitab Yermia 10:23, [Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.]

Tindakan terbaik ialah mintalah hikmat dan pimpinan Tuhan ketika kita membuat perancangan. Tuhan akan meluruskan jalan kita dan mengatur setiap langkah kita supaya kaki kita tidak tersandung. Optimislah selalu.

APA ROH KUDUS ITU?


Jawaban Alkitab


Roh kudus adalah kuasa Allah yang sedang bekerja, tenaga aktif-Nya. (Mikha 3:8; Lukas 1:35) Allah mengirimkan roh-Nya dengan cara menyalurkan tenaga-Nya ke mana saja untuk melaksanakan kehendak-Nya.Mazmur 104:30; 139:7.
Dalam Alkitab, kata ”roh” diterjemahkan dari kata Ibrani ruʹakh dan kata Yunani pneuʹma. Sering kali, kata-kata itu memaksudkan tenaga aktif Allah, atau roh kudus. (Kejadian 1:2) Tapi, Alkitab juga menggunakan kata-kata itu untuk memaksudkan:
Semua hal di atas punya kemiripan, yaitu sesuatu yang tidak kelihatan yang bisa menghasilkan sesuatu yang kelihatan. Demikian juga, roh Allah, ”seperti angin, tidak kelihatan, nonmateri dan penuh kuasa”.An Expository Dictionary of New Testament Words, oleh W.E. Vine.
Alkitab juga menyebut roh kudus Allah sebagai ”tangan” atau ”jari” Allah. (Mazmur 8:3; 19:1; Lukas 11:20; bandingkan Matius 12:28.) Sama seperti seorang perajin menggunakan tangan dan jarinya untuk bekerja, Allah menggunakan roh kudus-Nya untuk menghasilkan:

Roh kudus bukan suatu pribadi

Dengan menyebut roh Allah sebagai ”tangan”, ”jari”, atau ”napas” Allah, Alkitab menunjukkan bahwa roh kudus bukan suatu pribadi. (Keluaran 15:8, 10) Tangan seorang perajin tidak bisa bekerja sendiri tanpa pikiran dan tubuhnya; begitu juga, roh kudus Allah hanya bisa bekerja jika Ia mengendalikannya. (Lukas 11:13) Alkitab juga mengibaratkan roh Allah dengan air dan menyebutkannya bersama hal-hal seperti iman dan pengetahuan. Semua perbandingan ini menunjukkan bahwa roh kudus bukanlah suatu pribadi.Yesaya 44:3; Kisah 6:5; 2 Korintus 6:6.
Alkitab memberitahukan nama Allah Yehuwa dan Putra-Nya, Yesus Kristus; tapi, nama roh kudus sama sekali tidak ada. (Yesaya 42:8; Lukas 1:31) Sewaktu Stefanus, seorang martir Kristen, secara mukjizat mendapat penglihatan tentang surga, ia hanya melihat dua pribadi, bukan tiga. Alkitab mengatakan, ”Stefanus, yang penuh dengan roh kudus, menatap ke langit dan terlihatlah kemuliaan Allah dan Yesus yang berdiri di sebelah kanan Allah.” (Kisah 7:55) Roh kudus adalah kuasa Allah yang bekerja, yang membuat Stefanus bisa menyaksikan penglihatan itu.

Kesalahpahaman tentang roh kudus

Kesalahpahaman: ”Roh Kudus” adalah pribadi dan bagian dari Tritunggal, seperti yang dicatat di 1 Yohanes 5:7, 8 dalam Alkitab Terjemahan Baru.
Fakta: Dalam 1 Yohanes 5:7, 8, Alkitab Terjemahan Baru memasukkan kata-kata ”(di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi)”. Tapi, para peneliti mendapati bahwa kata-kata itu tidak ditulis oleh rasul Yohanes dan seharusnya tidak ada dalam Alkitab. Profesor Bruce M. Metzger menulis, ”Kata-kata ini sudah pasti palsu dan tidak patut ada dalam Perjanjian Baru.”A Textual Commentary on the Greek New Testament.
Kesalahpahaman: Alkitab menyebut roh kudus seolah ia suatu pribadi, ini membuktikan bahwa roh kudus adalah suatu pribadi.
Fakta: Alkitab memang kadang menyebut roh kudus seolah itu suatu pribadi, tapi ini tidak membuktikan bahwa roh kudus adalah suatu pribadi. Alkitab juga menggambarkan hikmat, kematian, dan dosa seolah semua itu pribadi. (Amsal 1:20; Roma 5:17, 21) Misalnya, hikmat dikatakan memiliki ’perbuatan’ dan ’anak’, dan dosa digambarkan bisa memikat, membunuh, dan menghasilkan keinginan akan milik orang lain.Matius 11:19; Lukas 7:35; Roma 7:8, 11.
Demikian pula, sewaktu rasul Yohanes mengutip kata-kata Yesus, ia menggambarkan roh kudus sebagai ”penolong” yang bisa memberikan bukti, membimbing, berbicara, mendengar, menyatakan, memuliakan, dan menerima. Ia menggunakan kata ganti maskulin ”dia” sewaktu menyebut tentang ”penolong” itu. (Yohanes 16:7-15) Tapi, alasannya adalah karena kata Yunani untuk ”penolong” (pa·raʹkle·tos) adalah kata benda maskulin dan dalam tata bahasa Yunani kata gantinya harus dalam bentuk maskulin juga. Sewaktu mengacu kepada roh kudus dengan kata benda netral, yaitu pneuʹma, Yohanes menggunakan kata ganti netral ”itu”.Yohanes 14:16, 17.
Kesalahpahaman: Baptisan dengan nama roh kudus membuktikan bahwa roh kudus adalah suatu pribadi.
Fakta: Alkitab kadang menggunakan kata ”nama” untuk menunjukkan kekuasaan atau kewenangan. (Ulangan 18:5, 19-22; Ester 8:10) Ini mirip dengan ungkapan ”atas nama hukum”. Itu tidak berarti hukum adalah suatu pribadi. Seseorang yang dibaptis ”dengan nama” roh kudus mengakui kuasa dan peranan roh kudus dalam melaksanakan kehendak Allah.Matius 28:19.
Kesalahpahaman: Rasul-rasul dan murid-murid Yesus masa awal percaya bahwa roh kudus adalah suatu pribadi.
Fakta: Alkitab tidak berkata demikian, begitu pula sejarah. Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Pengertian bahwa Roh Kudus adalah suatu Pribadi ilahi tersendiri . . . muncul pada Konsili Konstantinopel tahun 381 Masehi.” Itu lebih dari 250 tahun setelah rasul terakhir meninggal.

Sumber: JW.ORG https://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apa-roh-kudus-itu/